Cerita dari Mangga Dua


Siapa yang tidak senang jalan-jalan di toko kamera? Aku rasa tidak ada. Selain kita pengen beli juga menambah wawasan produk terbaru dari berbagai spesifikasi. Siapa yang tidak senang membeli kamera? Aku rasa tidak ada. Kamera yang pada jaman sekarang ini baru dielu-elukan kaum muda-mudi, kan? Kamera buat foto-foto yang nantinya diposting di instagram, haha. Instagram oh instagram akan aku bahas dilain waktu. Yap kali ini aku akan menceritakan (Hm...) pengalaman membeli kamera. Pengalaman melelahkan nan penuh pelajaran.

Sabtu pagi satu minggu sebelum bulan puasa 1340H, aku dan Dita berencana beli kamera untuk elkam kami. Ya agak riskan jika yang pergi hanya perempuan tanpa lelaki, tapi apa daya kami nekat. Kami putuskan ke Mangga Dua di Jakarta Utara(kalo gak salah). Dengan menggunakan Commuterline St.Pondok Ranji-St. Tanah Abang-St. Kampung Bandan. Dari Kampung Bandan kami jalan sekitar 5-10 menit dan sampailah kami di ITC Mangga Dua. Sempat kesasar ke Mangga Dua Mall yang jual baju-baju tetapi setelah tanya satpam haha akhirnya kami putar arah, sampailah di Orion Mangga Dua(kalo gak salah). Ada dua gedung yang jual kamera. Dan keduanya disambung dengan jembatan.

Pertama kami kelilingi mall yang menyambung dengan jembatan ITC. Ada 3 lantai kalo tidak salah. Yaps...satu persatu lantai kami telusuri. Berhenti di setiap toko untuk tanya harga. Waktu itu yang kami tanyakan canon 60D, 70D, 600D, 700D, 1100D, 1200D dan nikon 3200. Di gedung ini kami survei di sekitar 5 toko. Dan baru sadar kalau yang jual kebanyakan orang asing/orang luar(If-you-know-what-i-mean, Bror, Tiongkok). Pada hampir semua toko bilang 600D udah discontinued. 1200D semuanya disekitaran 4,5 juta-5,5 juta. 3200D semuanya disekiaran 5,5 juta-6 juta. 60D range 7 koma juta-12 juta, 70D brarti diatasnya yaa, gak usah dibahas soalnya langsung dieliminasi dari daftar. Nah setelah selesai di gedung yang itu, kami pindah di gedung depannya yang lebih besar dan "mengerikan". 

Gedung terdiri dari 5 lantai dan terlihah wew, big and expensive and like that(ykwim?). Kami kelilingi setiap lantai, aku lupa ada berapa toko yang kami datangi yang pasti lebih dari 5 toko. Dan lagi-lagi kami temukan penjualnya orang asing. Untuk range tidak terlalu jauh dari gedung satunya. Setiap toko beda 500-1 juta. Namun, ada yang mencurigakan di Canon 700D. Ada toko-toko yang menjual dengan harga 5 koma juta dan ada juga yang 6 koma jutaan. Dan pada survei internet sebelumnya harga 700D adalah 6 koma jutaan mendekati 7 juta. Kami teruskan mensurvei, keluar masuk toko menanyai setiap tipenya. 

Setelah kelima lantai telah kami putari, kami memutuskan makan dan membahas toko mana yang akan kami eliminasi dan kami datangi. Fokus kami meruncing pada 700D, nikon 3200 dan 1200D. Untuk di gedung dengan 5 lantai ini kami mengunjungi lagi toko yang menjual 700D termurah yaitu 5,8 juta. Pemiliknya seorang Tiongkok yang sangat ramah. Diambilkannya kami 700D dan diliat-liatkannya pada kami. Kamipun boleh memegang. Setelah percakapan panjang kamipun tergiur dan memantapkan hati di Canon 700D(Budget kami 6-7 juta). Namun tiba-tiba si Akoh menawari kami Canon Rebelt 5i. Sontak kami mengernyitkan dahi karena saat survei internet kami tidak menemukan jenis itu. Dan diperlihatkannya kami kamera itu. Wah keren banget, gambar lebih fokus, sutterspeed nya bisa dihandalkan. Nah kami pun merasa lumyan melirik kamera ini. Karena dibandingkan dengan 700D hasilnya lebih ajib. Kami menanyakan, kenapa saat survei internet kami tidak menemukan tipe ini. Si Bapak bilang karena ini sasaran pasarannya buat negara luar negara eropa gitu. Jadi pasaran Indonesia tidak mengenalnya. Trus kami tanya kenapa tidak dipajang di etalase. Si Akoh bilang apa aku lupa, ngeles kayaknya dan kami tambah bingung. Sambil mendengarkan si Akoh membujuk-bujuk beli Rebelt ini, aku mulai searching. Ketemulah Rebelt 5i ini dan ternyata setipe ama 1200D. Segala pertimbangan akhirnya kami memutuskan membeli 700D yang harganya 5,8 tadi. Oh ya Rebelt harganya lebih murah yaitu 5,5 juta. Kami sudah sangat mantap dan Akoh sudah tidak bisa berkutik menawarkan lagi. Pokonya akoh tadi sangat memaksakan membujuk kami membeli Rebelt 5i ini.

Kami tunggulah itu si Akoh buat telponin gudang pesen 700D. Detik demi detik. Menit demi menit. Kok lama banget responnya. Trus tiba-tiba ditelpon lagi, dan bilang 700D kosong. WHAT??? Dita udah emosi tuh, Akoh udah nawarin dari tadi  dan ternyata kosong, kenap gak bilang dari tadi. Dita udah emosi banget dan aku diam seribu bahasa. Kami pergi dengan tidak elegannya. Ya sambil marah. Kemudain di luar Dita bilang kenapa dia marah karena dia merasa mereka membohongi kami. 700D harganya gak segitu. Tapi dia memberikan harga segitu dan juga menawarkan Rebelt 5i ini. Pada intinya mereka ingin menjual Rebelt 5i ini jika kami tertipu. Pada kenyataannya kami melilih 700D dan harga sebenarnya tidak segitu, otomatis kami tidak diberi. Dan bagi orang yang tidak teguh pendiriannya aku yakin bakal membeli Rebelt 5i. Kamipun tambah penasaran dengan Rebelt 5i ini(maafkan kepolosan kami).

Dengan segala kebingungan ini kami pindah ke Gedung yang 3 lantai. Kami mencari toko dengan harga 700D termurah. Dan aku udah curiga bakal dibohongi lagi. Mereka menjual dengan harga 5,5 juta. Saat kami masuk Akoh ketawa bentar entah maksudnya apa. Kami to the point beli 700D. Dipesankanlah ke gudang. Sambil nunggu, kami ditawari REBELT 5i LAGI. Busettt,,,ni akoh-akoh pada kenapa sih? Trus kami bilang gak mau liat tadi udah dikasih liat di toko sebelumnya. Trus si Akoh ganti nawarin tele. Dan jelasin ini  itu muka kita udah bete. Dan jreng...jreng 700D kosong. What the Hell. Kami muka-muka bete dan pasrah, kami ganti di toko sebelah, yang masih Akoh-Akoh lagi. Kejadiannya sama gak usah dijelasin lagi. Kami capek, bete, dan kami duduk bentar nenangin pikiran. Beberapa saat dan kami masuk ke gedung 5 lantai itu lagi. Mencoba melihat di toko Akoh-Akoh lagi dan tidak ditawari Rebelt 5i karena kami yang tanya duluan apa itu Rebelt 5i. 700D harganya 6 koma juta. Trus kami bingung dan pada akhirnya beli es krim dulu(oot) dan kami masuklah ke toko milih orang Indonesia. Kami curhat di sana dan mereka bilang "Kalo beli di sini hati-hati mbak dibohongi, Rebelt itu produk untuk luar dan kalo di Indonesia brarti dia black market. Di sini yang toko gak jual begituan cuman 3 toko mbak. Toko ini, toko depan itu, dan toko di gedung sebelah." Busettttt....maen black market segala. Betapa polosnya kami ya Allah. Terkejutlah kami atas informasi ini(lebay). Kawasan jual beli ini saja yang begini atau ibukota memang lebih kejam dari ibu tiri? Gak ngerti lagi. Iya kameranya bagus tapi BM. Kami anak-anak yang sekolahnya melajarin pajak apa kita harus membeli produk BM? Kan gak pantes banget. Akhirnya kami beli di toko ini 700D dengan harga 6,8 juta, harga yang realistis. Kami pulang dengan hati yang campur aduk dan muka yang tidak karuan lagi. Cerita berakhir.

Nah, dari cerita panjang barusan boleh dong kalo aku simpulkan di Mangga Dua ini milik orang-orang kapitalisme, yang notabene dari Tiongkok. Pasalnya orang toko indo yang ada cuman segelintir. Dan paling menyebalkannya mereka berdiskusi dengan bahasa mereka, kami tidak paham(ya itu sih hak mereka). Tempat jual beli segede ini yang jual orang asing semua. Kemana orang Indonesia? Ya ya ya sebagai pembeli kiranya. Indonesia. Dan untuk black market, sungguh itu penjualan yang tidak sopan. Kapan Indonesia maju jika black market merajalela? Ya itu PR buat kita semua. Bukan bersikap rasis, tapi pada kenyataannya begitu. Mungkin kami hanya kurang beruntung menemui toko Akoh yang maen begituan, semoga. Dan mungkin masih banyak toko Akoh yang baik-jurur-dan apa adanya. Pelajaran buat kami untuk hati-hati dan pintar-pintar dalam membeli segala apapun itu. maaf atas kepolosan kami. Hindari black market!

Salam.
Sekian.

Comments

  1. hihi, emang banyak tipu muslihat yawh kalau di tempat jual beli itu. Kalau bicara barang BM, udah banyak beredar di indonesia dari jaman dahulu. Budaya seperti ini sudah mengakar. Susah untuk diberantas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tipu muslihat bangett itu :(
      BM emang dah dari dulu ada dan tau. Cuman ngalamin langsungnya baru kemarin heuheu.

      Delete
  2. Perjalanan menjemput kameranya trrnyata menuai hikmah bg pembaca agar lebih pintar dan hati2 dalam bermuamalah dgn yg tdk senada dgn kita....
    Nice experience...
    Salam kenal ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya kak :)
      Terima kasih.
      Salam kenal juga ...

      Delete
  3. Replies
    1. Tangerang Selatan Bar :))
      Kamu di Jakarta po?

      Delete
  4. Ya Allah.. mungkin kalo aku disitu sudah tergiur sama yang lebih bagus dan murah lagi.. ckckk

    Apalagi kalo belanja aku suka gak tahan iman.. Ya Allah..
    Tapi ya emang gitu sih, kalo BM pasti bedanya jauuh banget.. ckckk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha itu juga udah mau tergiur kak. kwkw
      Emang harus hati-hati dan jeli kalau beli barang begituan ;(

      Delete
  5. Itu akoh-akoh pada kompak banget ya cara nawarinnya... duh lama nunggu, ternyata gak ada. Belum lagi tipu-tipuannya. kalau gak hati-hati, bisa terjebak. :(

    Tapi syukurlah, akhirnya nemu juga kameranya =)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

soal dan jawaban : Struktur & fungsi sel

Pingin...