Tuesday, April 19, 2016

Hallo Blogger!

Pukpuk untuk STUPID SCRATCH :(
Blog kesayangan yang udah dianggurin si empunya. Entah karena empunya sedang sibuk atau malas, sibuk malas bisa jadi! Ha!
Sooooo.....kenapa tiba-tiba muncul lagi empunya ini?
Sebenarnya banyak sekali yang kepingin si empunya posting di blog ini tentang ini itu. Banyak sekali yang berseliweran lumayan asik untuk ditulis. Tapi.....malas, malas sekali. Malas ini memang dedemit yang paling menakutkan. Membuahkan ketidakproduktifan, wasting time. Dan mengusir malas mungkin tidak hanya membutuhkan sesaji, tapi juga segalanya. Tapi segalanya yang seperti apa aku belum bisa membereskannya. Malas tetap menggelayuti diriku. Menaiki pelupuk mataku. Menumpulkan otakku. Sungguh menyedihkan.
Bagi yang sudah bisa mengusir malas pada dirinya tolong infokan kepada si empu blog ini dong. Kasian, kualitas menulisnya bakal tidak mengalami kemajuan, yang ada bisa jadi malah kemunduran.
Tolong sekali.
Nahhh! Sambil menunggu ada masukan, si empunya blog ini mulai sekarang akan berusaha sendiri(dikit-dikit) untuk mengumpulkan niat dan menggusur malas sehingga blog ini tetap mengepulkan asapnya. Walaupun  malas tidak bisa diusir semudah itu, tapi aku akan berusaha.
Sekali lagi, bagi yang punya cara paling efektif untuk memusnahkan malas silakan beri komentar di bawah ini. TY LY.

Friday, September 11, 2015

Cerita dari Mangga Dua


Siapa yang tidak senang jalan-jalan di toko kamera? Aku rasa tidak ada. Selain kita pengen beli juga menambah wawasan produk terbaru dari berbagai spesifikasi. Siapa yang tidak senang membeli kamera? Aku rasa tidak ada. Kamera yang pada jaman sekarang ini baru dielu-elukan kaum muda-mudi, kan? Kamera buat foto-foto yang nantinya diposting di instagram, haha. Instagram oh instagram akan aku bahas dilain waktu. Yap kali ini aku akan menceritakan (Hm...) pengalaman membeli kamera. Pengalaman melelahkan nan penuh pelajaran.

Friday, August 28, 2015

Dolan: TWA Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat


Senja ini, ketika matahari turun
Ke dalam jurang-jurangmu

Aku datang kembali
Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu
Dan dalam dinginmu

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan

Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku

Thursday, June 18, 2015

Belajar dari Karena Selama Hidup Kita Belajar, Faldo Maldini

Beberapa hari yang lalu aku telah menamatkan sebuah buku dari penerbit yang tidak seperti biasannya, dari penulis yang tidak seperti biasanya, dan dari pembelian yang tidak seperti biasanya pula.

Friday, June 5, 2015

Dolan: Open Trip Baduy Dalam dan Baduy Luar Banten


Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Penampilan fisik dan bahasa mereka mirip dengan orang-orang Sunda pada umumnya.

Sebutan "Baduy" merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab  Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden). Kemungkinan lain adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau "orang Kanekes" sesuai dengan nama wilayah mereka, atau sebutan yang mengacu kepada nama kampung mereka seperti Urang Cibeo.