share tugas : Sejarah-berakhirnya Orde Baru



1        Latar belakan munculnya gerakan reformasi :
                               a.            Krisis politik yaitu ada kesan kedaulatan rakyat berada ditangan sekelompok tertentu, bahkan lebih banyak di pegang oleh para penguasa dalam UUD 1945 pasal 2 telah disebutkan bahwa “ kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oelh MPR”
                               b.            Krisis hukum yaitu pelaksanaan pada masa pemerintahan Orde Baru terdapat banyak ketidakadilan. Misalnya, kekuasaan kehakiman  yanga di nyatakan pada pasal 24 UUD 1945 bahwa kehakiman memiliki kekusaan yang merdeka  dan terlepas  dari   kekuasaan pemerintah   ( eksekutif ).
                               c.            Krisis ekonomi yaitu krisis moneter yang melanda negara – negara di Asia Tenggara sejak bulan Juli 1996, juga mempengaruhi perkembangan perekonomian Indonesia.Ketika nilai tukar  rupiah semakin melemah, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 0 % dan berakibat pada iklim bisnis yang semakin bertambah lesu. Kondisi moneter indonesia mengalami keterpurukan yaitu dengan dilikuidasinya sejumlah Bank pada akhir tahun 1997.
                               d.            Krisis kepercayaan karena krisis multidimensi yang melanda bangsa indonesia telah mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Soeharto.
Demontrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa itu semakin bertambah gencar setelah pemerintah mengumumkan  kenaikan harga BBM dan ongkos angkutan pada tanggal 4 Mei 1998. Puncak aksi para mahasiswa itu terjadi pada tanggal 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti Jakarta. Aksi mahasiswa yang semula damai itu berubah menjadi aksi kekerasan setelah tertembaknya 4 ( empat ) orang mahasiswa Trisakti. Tragedi itu telah mendorong munculnya solidaritas dari kalangan kampus dan masyarakat yang menentang kebijakan pemerintah yang di pandang tidak demokratis dan tidak merakyat.



Agenda reformasi :
                               a.            Mengadili Soeharto dan kroni-kroninya
                               b.            Melakukan amandemen terhadap UUD 1945
                               c.            Menghapus Dwi Fungsi ABRI di dalam struktur pemerintahan negara
                               d.            Penegakan supremasi hukum di Indonesia
                               e.            Mewujudkan pemerintahan yang bersih dari unsur-unsur korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)

2.      Solusi pemerintah untuk menanggapi gerakan reformasi adalah menurunkan Presiden Soeharto, sesuai tuntutan reformasi dan menggantinya dengan BJ Habibie sebagai wakil presiden saat itu.

3.      Tangapan pimpinan MRD/DPR ketika gedung MPR/DPR diduduki demonstrasi mahasiswa : Harmoko selaku ketua MPR/DPR menjadi prnghubung atas pernyataan sudah atau belum mundurnya Soeharto, dan berdasarkan hasil konsultasi memutuskan akan segera  menggelar SI MPR jika presiden tidak mengundurkan diri.

4.      Pengangkatan BJ Habibi menimbulkan pro kontra karena cara pengangkatannya. Pengangkatan BJ Habibi sesuai UUD 1995 pasal 8 :” Jika presiden mangkat, berhenti atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh wakil presiden sampai habis waktunya”.
·         Masyarakat yang pro beranggapan bahwa pengangkatan BJ Habibi sudah konstitusional.
·         Masyarajan yang kontra beranggapan bahwahabibi sebagai lanjutan rezim Soeharto dan pengangkatanya tidak secara konstitusional, hal ini dilandasi pasal 9 UUD 45 :” sevelum memangku jabatannya, presiden dan wkil presiden bersumpah menurut agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh dihadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat” faktanya, pengangkatan Habibie pada 21 Mei 1998 tidak dilaksanakan didepan MPR/DPR, melainkan hanya dihadapan MA dan bertempat di Istana Negara.

Comments

Popular posts from this blog

soal dan jawaban : Struktur & fungsi sel

Share : Dampak Perang Dunia II

Pingin...