IDENTITAS NASIONAL

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
IDENTITAS NASIONAL


Kelompok 2
Ayu Fitri Candra Dewi / 06
Dani Anwar Ibrahim / 08
Desy Agustin / 09
Faris Islam / 17
Mia Fernanda / 20
Okbri Triyana / 27
Sofia Diva Arifanti / 32
Kelas 2-E Akuntansi

IDENTITAS NASIONAL

Latar belakang
Setiap orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan budi serta kehendaknya bergaul satu sama lain. Dalam perjalanan sejarah pernyataan ini tidak pernah dilakukan dengan baik dan benar. Dia selalu tergantung dan berhubungan dengan orang lain, dia membangun keluarga, bergabung dengan komunitas, akhirnya dia membangsa.
Karena adanya pengaruh dan mempengaruhi, terjadi keseragaman bangsa, dan terjadi upaya bangsa yang unggul mempengaruhi bangsa yang primiif. Akibatnya akan hilang pula jati diri bangsa. Namun ini tidak aanpernah terjadi selama masih ada warga yang masih tetap mempertahankan pola.
Pengertian
Integrasi nasional
Penyatuan masyarakat-masyarakat kecil yang berbeda menjadi lebih utuh untuk menjadi suatu bangsa.Integrasi nasional di Indonesia sangat kompeks dan multidimensional sehingga diperlukan keadilan dan kebijakan yang diterapan pemerintah dengan tidak membedakan ras, suku, dan agama.
Identitas nasional
Identitasmeliputi nilai, norma, dan symbol ekspresif sebagai ikatan sosial untuk membangun solidaritas dan kohensivitas sosial. Identitas adalah harga diri dan “senjata” untuk menghadapi kekuatan luar yang memberikan justifikasi bagi tindakan di masa lalu, menjelaskan tindakan sekarang dan pedoman untuk menyeleksi pilihan ke depan.
Identitas nasonal Indonesia adalah jatidiri yang membentuk bangsa yang terdiri atas berbagaisuku, adat istiadat, kebudayaan, agama, serta berdiam di suatu wilayah yang terdiri atas beribu-ribu pulau.
Jati diri bangsa dapat diartikan sebagai totalitas penampilan bangsa yang utuh dengan mendaatan muatan dari masyarakat sehingga dapat membedakan bangsa kita dengan bangsa lain. Usaha menguuhkan jati diri sangat diperlukan karenaia merupakan salah satu karateristik penting dalam pembangunan sebuah Negara.




Pembentukan Jati Diri Bangsa
Mencari dan mengembangkan jati diri bangsa, dapat dengan menemukan kembali atau memperoleh kesadaran baru melalui dua pandangan :
1. Mengartikan jati diri bangsa sebagai konsep theologis identic dengan fitrah manusia, maka jati diri bangsa merupakan kualtas universal yang inheren pada semua manusia yang ada di dalamnya.
2. Melihat jati diri bangsa sebagai konse politik, khususnya budaya politik, dengan asumsi dasar, menjadi bangsa Indonesia tidak sekedar masalah elahiran saja, tetapi juga pilihan rasional yang otonom, pilihan yang berawal ketika bapak pendiri bangsa (the founding fathers) kita melalui Sumpah Pemuda.
Pembentukan jati diri bangsa Indonesia yang muli kultural, tidak melalui hubungan yang dominan atau paksaan antara mayoritas dan minoritas, tetapi melalui proses yang saling menguntungkan (simbiose mutualisme).
Membentuk identitas nasional dapat dilakuan dengan membangun ondasi yang kokoh dalam berbangsa dan bernegara. Petaa kali yang harus kita lakukan adalah menemukan jati diri kita sebagai manusia, kemudian memperbaiki mengembangkan jati diri individu melalui lima sikap dasar, yatitu: jujur, terbuka, berani mengambil risiko dan bertanggung jawab, sepakat, dan berbagi.
Sebagai bangsa kita diharapkan untuk dapat menyatukan nilai, cipta, dan karsa.Karenanya esensi jati diri bukan sekedar membedakan seseorang atau suatu bangsa secara fisik, tetapi juga membedakan yang tersurat dan tersirat dalam nilai, cipta, dan karsa secara spiritual dan kultural.
Nasionalisme Indonesia Wajah Identitas Nasional
Pengertian nasionalisme Indonesia
Nasionalisme diartikan sebagai paham untuk mencintai bangsa dan Negara sendiri.Gellner melihat nasionalisme adalah suatu bentuk munculnya gerakan sentiment mencintai bangsa dan Negara.Hobsbawn memandang bahasa nasionalisme lebih menekankan dalam aspek politik.Nasionalisme, menurut Anderson, berupa kekuaan dan kontinuitas sentiment dan identitas nasional.Kohn menyatakan nasionalisme adalah suatu pernyataan pendapat dan kesadaran (step of mine and an act of consciousness).Ada juga yang menyatakan bahwa nasionalisme merupakan produk atau sintesis dari kolnialisme.
Nasionalisme lahir dari respon secara psikologis, poliis, dan ideologis terhadap peristiwa yang mendahuluinya yaitu imperialisme.
Aspek Nasionalisme
Secara analitis, nasionalisme mempunyai tiga aspek :
1. Aspek kognitif menunjukan adanya pengetahuan akan situasi atau fenomena colonial pada segala porsinya.
2. Aspek nilai (goal/value orientation), menunjukkan keadaan yang dianggap berharga untuk memperoleh hidup bebas dari kolonialisme.
3. Aspek affektif, tindakan kelompok yang menunjukkan situasi yang dapat menyenangkan atau menyusahkan bagi pelakunya, misalnya berbagai diskriminasi pada masyarakat colonial.
Ciri khas nasionalisme Indonesia menurut Frans Magnis Suseno :
1. Bhineka Tunggal Ika, tidak bersifat uniform, monolit, dan totaliuter, melainkan mengakui keanekaan budaya, bahasa, adat, dan tradisi lokal se-Nusantara.
2. Etis, karena selalu harus memahami etika pancasila.
3. Universalistic, karena pengakuannya terhadap harkat kemanusiaan yang universal.
4. Terbuka secara kultural dan religius, karena ternyata Bahasa Indonesia tidak menutup diri dan merupakan pertemuan dari beranea ragam budaya dan agama.
5. Percaya diri dengan menjalin komunikasi dengan Negara tetangga dan dunia.
Hubungan antara Nation State dengan Nasionalisme
Nasionalisme adalah perluasan dan penyebaran kesadaran berbangsa atau terbentuknya suatu Negara kebangsaan, sedangkan terbentuknya karakter nasional merupakan upaya berencana dan belanjut untuk menanamkan kesadaran pada masyarakat bahwa walaupun beraneka ragam latar belakang etnik, ras, agama, dan budaya ; namun mereka adalah satu bangsa. Jadi antara nasionalisme, pembangunan karakter bangsa, dan, Negara kebangsaan; merupakan wujud dari aktualisasi nasionalisme.
Unsur Pembentuk Identitas Nasional
Identitas nasional Indonesia terdiri atas aspek alamiah dan aspek sosial, yaitu :
1. Aspek alamiah :
a. Suku bangsa
Dari data arkeologis dan antrologis, masyarakat nusantara bukan berasal dari India maupun Cina Selatan, tetapi kemungkinan berasal dari wilayah pulau dan daratan sekelilingnya, dikenal sebagai ras melayu.Mereka daang secara bergelombang dan diperkirakan pangkal penyebarannya adalah Filiphina Selatan dan menyebar ke Pasifik dan hingga Madagaskar.
Suku bangsa menurut kuncaraningratmerupakan kelompok sosial atau kesatuan hidup manusia yang mempunyai system interaksi dan system norma yang mengatur interaksi tersebut, adanya komunitas dan rasa identitas yang mempersatukan semua anggota serta memiliki system kepemimpinan sendiri.
Bangsa Indonesia ternyata terdiri atas ratusan suku bangsa yang mempunyai adat istiadat, bahasa, budaya daerah yang berbeda-beda, dan mendiami ribuan pulau di wilayah nusantara.
b. Wilayah nusantara
Terdiri dari beribu-ribu pulau besar dan kecil yang tersebar dan membentang di khatulistiwa serta terletak di posisi silang yang strategis.Secara kontekstual wilayah nusantara mengandung keunggulan dan kelemahan atau kerawanan.Kondisi ini perlu dicermati secara utuh dalam perumusan kebijakan politik.

2. Aspek sosial
a. Agama
Di Indonesia terdapat enam agama yang diakui oleh Negara, dan masih banyak aliran kepercayaan oleh masyarakat secara eksklusif, serta melaksanakan tata ibadah menurut kepercayaannya itu.Kenyataan terpahit umat beragama di Indonesia adalah konflik antar mereka sepanjang sejarah Indonesia merdeka.Konflik yang awalnya bersifat konflik sosial, ekonomi, politik berkembang menjadi konflik bernuansa agama.Hal ini karena salah dalam memahami agama.Di Indonesia kaum agamawan pun memikul tanggung jawab dalam penegakan hokum untuk hal ini.
b. Budaya
Budaya adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat.Kebudayaan digunakan sebagai rujukan untuk bertindak dalam menghadapi lingkungan. Intinya kebudayaan merupakan patokan nilai-nilai etika dan moral, baik yang tergolong sebagai ideal/yang seharusnya(word view) maupun yang operasional dan actual dalam kehidupan sehari-hari(ethos).

Pluralisme kebudayaan yang menjadikan konsumen Bhineka Tunggal Ika semakin popular di tengah masyarakat.Kebudayaan nasional Indonesia perlu diisi oleh nilai-nilai nasional sebagai pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pembentukan identitas bangsa sebagai pola pikir (mindset) dan sikap mental untuk memajukan adab dan kemampuan bangsa tugas utama pembangunan kebudayaan nasional.

Pengembangan budaya pluralism merupakan kenyataan hidup (living reality) yang tidak mungkin diabaikan, bahkan perlu dihormati sebagai ramuan dasar untuk membangun kemanunggalan sikap dan perilaku dan menjadi identitas serta menjadi kebangaan Indonesia yang dilandasi oleh Pancasila. Nilai-nilai dalam pancasila tuntutan dasar dari segenap sikap, perilaku, dan gaya hidup bangsa Indonesia.

c. Bahasa
Di Indonesia terdapat beragam bahasa daerah yang mewakili banyaknya suku bangsa, maka diperlukan pernyatuan bahasa untuk memudahkan komunikasi antar suku.
Menurut Aldous Huxley, tanpa kemampuan berbahasa makan manusia tak mungkin mengembangkan kebudayaannya, sebab tanpa mepunyai bahasa maka hilang pulalah kemampuan untuk meneruskan nilai-nilai budaya dari generasi yang satu kepada generasi selanjutnya.
Tahun 1928 bahasa Melayu yang meripakan bahasa interaksi perdagangan berbagai etnis yang mendiami kepulauan Nusantara dijadikan bahasa Indonesia melalui Sumpah Pemuda. Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional, serta sekarang dalam kehidupan kenegaraan dijadikan bahasa Negara.

d. Ideologi pancasila
Pancasila sebagai ideology Negara Indonesia dimuat dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai system idea secara normativ memberikan persepsi, landasan, serta pedoman tingkah laku bagi suatu masyarakat bangsa dalam kehidupannya untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan bangsa dan Negara. Dalam ideologi Pancasila terkandung pemikiran komprehensif integral dari situasi kehidupan bangsa di Nusantara yang serba majemuk dan menganut aliran integralistik.

Ideologi Pancasila dijadikan pandangan hidup (way of life) dari bangsa Indonesia, dasar filsafat NKRI (philosophy of state), dan norma dasar Negara (Staatsfundamentalnorm) dalam menjalankan segala aktifitas kehidupan, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat dalam tatanan berbangsa dan bernegara.
Integrasi Nasional
Umum
Sumarsono dkk. Memberikan pengertian integrasi nasional merupakan komunitas dan interaksi suku bangsa yang mendiami bumi Nusantara sejak tahun 1928 dalam semangat Sumpah Pemuda, aspirasi ini terwujud secara sah dan diakui oleh bangsa-bangsa lain di dunia melalui Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Keanekaragaman budaya merupakan sebagai factor perekat integrasi bangsa.Integrasi Nasional merupakanb kerangka berfikir filosofis segenap bangsa yang mengacu pada wawasan Nusantara.
Peran Integrasi Nasional
Untuk mewujudkan identitas nasional, diperlukan integrasi nasional yang kokoh.Integrasi tersebut ialah integrasi kebudayaan dan integrasi sosial yang berwujud pluralisme. Integrasi sosial ialah penanggulangan masalah konflik melalui modifikasi dan koordinasi dari unsur-unsur kebudayaan baru dan lama yang merupakan penyatupaduan kelompok masyarakat yang asalnya berbeda, menjadi kelompok besar dengan cara melenyapkan perbedaan dan jati diri masing-masing.
Integrasi nasional ialah penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa.Selain itu dapat pula diartikan bahwa integrasi bangsa merupakan kemampuan pemerintah yang semakin meningkat untuk menerapkan kekuasaan di seluruh wilayah.
Masalah integrasi nasionaldi Indonesia sangat komplek dan multidimensional.Untuk mewujudkannya diperlukan keadilan dan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah dengan tidak membedakan suku, agama, ras, dan antar golongan.
Ancaman utama setiap bangsa adalah disintegrasi yang tidak saja terjadi pada faktor sosial, yaitu ideology, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan tetapi juga dapat merambat kearah perpecahan fisik atau wilayah. Salah satu upaya mencegah terpecahnya wilayah, setiap bangsa hendaknya memiliki wawasan yang sama atas wilayah yang diklaim sebagai miliknya dan harus dipertahankan hingga akhir hayatnya.

Comments

Popular posts from this blog

soal dan jawaban : Struktur & fungsi sel

Share : Dampak Perang Dunia II