Dolan: Galeri Nasional, Istiqlal, dan Kota Tua, Inget Cara Bahagia?



Galeri Indonesia, Jl. MedanMerdeka

One day my father—he told me,
"Son, don't let it slip away"
He took me in his arms, I heard him say,

"When you get older
Your wild life will live for younger days
Think of me if ever you're afraid."

He said, "One day you'll leave this world behind
So live a life you will remember."
My father told me when I was just a child
These are the nights that never die
My father told me

Garis bawahi "So live a life you will remember" gaes. Lirik lagu Avicii "The night" yang menjadi soundtrack hari-hariku sejak beberapa Minggu yang lalu. So live a life you will remember, hidup seperti yang kamu ingin kenang. Coba dengarkan jika belum pernah denger, serius asik.


Okay, masih inget cara bahagiakan? Ah aku sempat lupa beberapa tahun yang lalu. Namun sejak kuliah, alhamdullilah aku mulai teringat cara bahagia. Kenapa begitu? Bukankah hidup merantau, jauh dari rumah, dan apa-apa urus sendiri? Ya, itu kisah klasiknya. Kamu mengurus dirimu sendiri! Kita belajar dewasa bung. Cuci baju, beli makan, bersihin kamar, ini itu sendiri. Klasik ya kan? Namun, di samping keklasikan yang penuh suka duka itu ada catatan "nakal" yang lumayan mengimbangi jika kamu merantau, yaitu kebebasan. 

“Masa terbaik dalam hidup seseorang adalah masa ia dapat menggunakan kebebasan yang telah direbutnya sendiri” 
Pramoedya Ananta Toer.

Aku bukannya terpengaruh Pram, hanya baru menyadarinya. Masih kebebasan dalam arti masih sehat. Bukan yang kelewat batas. Aku masih punya agama, bung. Masih inget orang tua. Contohnya saja, lebih sering main dari pada jaman dulu. Lebih sering ngelakuin yang aku suka, nonton, baca buku, lebih sering mengeksplor diri, menambah pengalaman, dll. Hal itulah yang memprakarsai tulisan blogku sekarang sedikit ada bau-bau jalan-jalannya (Dolan). Hal-hal itu juga yang dulu aku rebut dari diriku sendiri. Sekarang? masih muda kenapa tidak. Toh hidup bukan hanya tentang A dan B. Hidup itu tentang A sampai Z. 

Galeri Nasional, Jl. Medan Merdeka
Galeri Nasional, Jl. Medan Merdeka

Galeri Nasional, Jl. Medan Merdeka
Aku tanyai lagi, masih inget cara bahagia? Tutup matamu dan tanyakan apa yang kamu inginkan. Apa yang ingin kamu ceritakan kepada anak cucumu kelak. Tak ada yang bisa kamu ceritakan, cerita sedih, cerita penuh semangat? jawab sendiri. Apa yang ingin kamu kenang saat-saat menjelang tidurmu kelak. Sedih atau senang? Jawab sendiri. Sukses? Ayo lakukan demi kesuksesan itu. Bahagia? Itu wajib. Dari semua itu, aku ingin menjalani proses dengan bahagia. Titik. Apa yang kamu inginkan?


Masjid Istiqlal, Jl. Taman Wijaya Kusuma

Masjid Istiqlal, Jl. Taman Wijaya Kusuma

Masjid Istiqlal, Jl. Taman Wijaya Kusuma

Masjid Istiqlal, Jl. Taman Wijaya Kusuma

Masjid Istiqlal, Jl. Taman Wijaya Kusuma

Masjid Istiqlal, Jl. Taman Wijaya Kusuma

Masjid Istiqlal, Jl. Taman Wijaya Kusuma

Masjid Istiqlal, Jl. Taman Wijaya Kusuma
Jadi sekali lagi, masih inget cara bahagia? Masih? Alhamdullilah. Sebab bahagia adalah suatu proses yang menjadikanmu bahagia seutuhnya. Bahagia harus bahagia dunia dan akhirat. Jangan hanya mementingkan bahagia dunia, tapi melalaikan bahagia di akhirat kelak. Balance.

Happiness depends upon ourselves. 
Kebahagiaan tergantung pada diri kita sendiri.
-Aristotle 

Kota Tua, Jl. Taman Fatahillah

Untuk diriku dan untuk dirimu yang setuju.
Maaf jika konten kurang sinkron satu sama lain.
Sekian.
Wasalam.

Comments

  1. masih dong (in respond to the title)
    iya kenapa konten sama foto ngga sinkron sama sekali ya. eniwei bagus kok.
    udah dina komen ya dew. jangan ngespam minta komen lagi ya di wa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uwww makasehhh...gak sia-sia minta komen deh. Disengaja gak sinkron itu~ ulala

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

soal dan jawaban : Struktur & fungsi sel

Share : Dampak Perang Dunia II

Pingin...